Gelar “International Seminar On Islamic Education”, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah Hadirkan Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud, Prof. Dr. Ratnawati Mohd. Asraf dan Dr. Sujiat Zubaidi Shaleh, M.Ag

Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud berpose bersama peserta seminar dari STIT Ar-Raudlatul Hasanah

 

28 Desember 2017, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah menggelar International Seminar On Islamic Education bertemakan “Pendidikan Tinggi Islam dan Cabaran Modernitas Ke-2 Dan Revolusi Industri 4.0”. Bertindak sebagai narasumber dalam seminar itu adalah Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud (SMN Al-Attas Chair of Islamic Thought, Centre for Advanced Studies in Islam, Science and Civilization (CASIS), Universiti Teknologi Malaysia) Prof. Dr. Ratnawati Mohd. Asraf (Dekan Research and Management Centre, International Islamic University, Malaysia) dan Dr. Sujiat Zubaidi Shaleh, M.Ag (Universitas Darussalam Gontor Ponorogo).

Sehari sebelum acara tersebut dilaksanakan, Pihak Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah juga melaksanakan dialog internal bersama tiga narasumber di atas, ditambah dengan Dr. Adian Husaini (Universitas Ibnu Khaldun, Bogor) di Berastagi. Dialog dan Seminar Internasional tersebut dimaksud untuk semakin mematangkan arah dan rencana pengembangan STIT ke depannya,

Dr. Adian Husaini bersama Fungsionaris STIT dan Direktur Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Dalam salah satu penjabarannya, Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud mengusulkan agar perguruan tinggi Islam -tidak hanya STIT, mengarahkan arah dan rencana pengembangannya ke arah pembinaan adab sebagaimana diamanahkan oleh Konferensi Pendidikan Internasional Pertama di Mekkah, 1977, dimana Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas bertindak sebagai keynote speaker. Hal ini karena, cabaran yang bermakna tantangan Modernitas Ke-2 Dan Revolusi Industri 4.0 dunia pendidikan adalah mengikis maksud dan tujuan pendidikan Islam tersebut.

Acara seminar internasional itu sendiri dilaksanakan di gedung multimedia Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, dan dihadiri oleh utusan dari perguruan tinggi, ormas dan lembaga-lembaga pendidikan mitra Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah dan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *