Saudaraku, Inilah Tujuan Menuntut Ilmu

Saudaraku, untuk apa kita belajar, sekolah, kuliah, dan lainnya? Jawabannya sepertinya seragam: menuntut ilmu? Kemudian, setelah kita berilmu, menjadi alim, untuk apa ilmu kita itu?

Saudaraku, aku ingin kita sama-sama merenungkan pendapat lmam az-Zarnuji (w. 593 H/1196 M) berikut,

و ينبغى أن ينوي المتعلم بطلب العلم رضا الله تعالى والدار الآخرة، وإزالة الجهل عن نفسه وعن سائر الجهال، وإحياء الدين وإبقاء الإسلام، فإن بقاء الإسلام بالعلم؛ ولا يصح الزهد والتقوى مع الجهل

“Hendaklah seorang penuntut ilmu berniat untuk: menggapai ridha Allah ta‘ala dan menggapai (kebahagiaan) negeri Akhirat, menghilangkan kejahilan dari dirinya dan orang lain, menghidupkan agama dan mengabadikan Islam, karena Islam tidak akan abadi tanpa Islam; dan sikap zuhud dan takwa tidak akan benar dengan kejahilan.” (Lihat, lmam Burhanuddin az-Zarnuji, Ta‘lim al-Muta‘allim Thariq at-Ta‘allum (Jakarta: Dar al-Kutub al-lslamiyyah, 1434 H/2013 M), hlm. 17)

Saudaraku, aku ingin menggarisbawahi satu tujuan menuntut ilmu tersebut di atas, yaitu: menghidupkan agama dan mengabadikan lslam, di muka bumi ini. Maka, jika ilmu yang kita miliki tidak dapat “menghidupkan”agama ini dan tak mampu mengabadikan lslam, untuk apa kita menuntut ilmu? Bukankah sia-sia ilmu kita?

Saudaraku, tentang mengabadikan Islam dengan ilmu yang ada pada kita, aku diingatkan oleh kata-kata KH. Ahmad Dahlan yang dikutip oleh Buya Hamka. Begini kata Pendiri Muhammadiyah itu,

Meskipun lslam tidak akan hapus dari dunia, namun dia mungkin hapus dari Indonesia kalau ummatnya tidak membelanya (Lihat, Buya Hamka, Tasauf Modern (Jakarta: Pustaka Panjimas, 2005), hlm. 93)

Tuh, renungkan kata-kata KH. Ahmad Dahlan di atas! Dengan apa kita membela agama ini? Dengan ilmu, tentunya. Ingat, bukan dengan kejahilan, bukan via kebodohan. Maka, para ulama, para intelektual Muslim, dan para cerdik pandai punya tanggung jawab besar dalam membela lslam ini.

Untuk itulah, KH. Hasyim Asy‘ari jauh-jauh sudah mengingatkan tentang urgensi niat dalam menuntut ilmu. Kata beliau dalam kitab آداب العالم والمتعلم terutama pada Bab Kedua tentang adab penuntut ilmu terhadap dirinya. Kata beliau,

أن يحسن النية فى طلب العلم، بأن يقصد وجه الله عز وجل والعمل به، وإحياء الشريعة وتنوير قلبه وتحلية باطنه والتقرب إلى الله، ولا يقصد به الأغراض الدنيوية من تحصيل الرياسة والجاه والمال ومباهاة الأقران وتعظيم الناس له، ونحو ذلك

“Hendaklah membaikkan niat dalam menuntut ilmu, yaitu untuk: menggapai ridha Allah ‘Azza wa Jalla, mengamalkannya, menghidupkan syariat, menerangi hatinya, menghiasi batinnya, dan mendekatkan diri kepada Allah. Tidak boleh tujuannya untuk: glamor duniawi, seperti menggapai kekuasaan, prestise, harta, berbangga-bangga kepada kawan, dan agar diagungkan oleh manusia.” (Syekh Muhammad Hasyim Asy‘ari, Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim (Pesantren Tebu Ireng-Jombang: Maktabah at-Turats al-lslami, 1415 H), hlm. 25)

Saudaraku, semoga kita tidak salah niat ketika menuntut ilmu. Bahwa diantara tujuannya adalah untuk: menghidupkan, membela, dan mengabadikan agama lslam yang kita cintai ini.

Semoga ilmu menjadikan kita semakin dekat kepada Allah, agar tak sia-sia. Lebih dari itu, agar ilmu kita menjadikan kita layak sebagai pembela agama Allah. Allahu Akbar!

(Medan, Selasa: 14 Jumada al-Ula 1439 H/30 Januari 2018 M).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *