Makna Sebuah Buku; Catatan Membaca “The Book in the Islamic World; The Written Word and Communication”

Radinal Mukhtar Harahap

Saya mendapatkan buku “The Book in the Islamic World; The Written Word and Communication” versi PDF setelah berselancar tak tentu arah di dunia maya. Seperti di toko buku, yang saya ke sana tanpa tujuan mencari buku tertentu, di dunia maya saya juga terkadang -untuk tidak mengatakannya sering- asyik-asyik sendiri melihat berbagai macam buku yang dipajang. Kebiasaan ini terkadang ‘menggelitik’ keinginan untuk menulis sebuah topik dengan sudut pandang berbeda, namun lebih sering menggoda untuk menikmati sajian-sajian pembahasan dari judul-judul yang tertera.

Maka, seperti yang saya tuliskan di status -meskipun tidak secara terus terang- saat ini, saya sedang menikmati buku “The Book in the Islamic World; The Written Word and Communication”.

Mari kita kenali dulu buku tersebut;

Dari keterangan yang saya lihat di halaman yang menerangkan tentang hak cipta (copyright) buku tersebut, dijelaskan bahwa buku ini adalah terbitan State University of New York di tahun 1995. Dieditori oleh George N. Atiyeh, buku ini merupakan kumpulan tulisan yang menghimpun kertas kerja dari sebuah konferensi yang dilakukan di Washington DC, 8-9 November 1989. Rentang konferensi dengan penerbitan buku -6 tahun- bolehlah kita katakan lama. Namun, ketika melirik bagaimana konten yang diedit, yang secara ringkas dilihat dari daftar isi, tentulah karena isi buku ini tidak main-main dan sungguh-sungguh satu kesatuan pembicaraan yang mendalam.
Baiklah, mari kita mulai membacanya.

A book is obviously not simply a physical thing. It is a living entity. People’s lives are definitely influenced by this old and basic vehicle of communication. Our planet’s civilizations and cultures, one may safely state, did not begin to flourish and expand until the book was invented. Books have become so general and extensive that we need not emphasize what is manifestly plain. -George N. Atiyeh

*****

Baru alinea pertama di bagian pendahuluan, saya sudah menemukan kalimat bertenaga di atas. Bagaimana tidak, George N. Atiyeh yang merupakan seorang pustakawan dan sarjana yang memperoleh dan mengembangkan banyak koleksi publikasi terkenal dari Kongres tentang Timur Tengah, mengatakan dengan sangat jelas bahwa A book is obviously not simply a physical thing -yang dapatlah kiranya diartikan dengan ungkapan-buku itu sejatinya tidak sekedar benda mati, melainkan It is a living entity sesuatu yang hidup yang melahirkan keberadaan.

*****

Untuk membaca buku ini, saya sangat terbantu oleh google translate. Saya bukan orang yang betah untuk membaca kalimat-kalimat berderet bahasa Inggris. Namun, -untuk mengatakan mudahnya, meskipun harus juga diakui terkadang sangat kaku dan cenderung salah- memindahkan teks-teks berbahasa inggris ke kolom terjemahan itu, banyak sekali, membantu saya untuk memahami alinea pertama buku tersebut. Kesimpulan yang paling berharga yang dapat saya pahami -sampai sekarang- adalah begitu berharganya sebuah buku di mata George N. Atiyeh. Ia tidak sekedar benda mati. Ia adalah sesuatu yang hidup sekaligus menghidupkan.

Teringat saya pada apa yang seringkali saya lakukan pada buku-buku yang dimiliki. Tergeletak, tak tersentuh, berserakan tak jelas tempatnya, tanpa memahami bahwa buku itu memanggil-manggil untuk dibaca-dinikmati dan didiskusikan. Belum lagi kalau nyata-nyatanya, saya sering men-download buku-buku versi PDF di dunia maya, baik berupa hasil penelitian maupun percikan-percikan renungan mendalam terhadap suatu tema tertentu, hanya tersimpan, dibuka sekali, setelah itu terlupakan. Ah, pandangan saya masih mengatakan bahwa buku itu adalah benda mati. Padahal, saya adalah salah satu orang yang tinggal di planet, yang dikatakan George N. Atiyeh definitely influenced by this old and basic vehicle of communication, seharusnya terpengaruh oleh bahan-bahan bacaan saya berbentuk buku.

Lalu, bagaimana dengan teman-teman? Apa makna sebuah buku bagi teman-teman?

Saya pilih kata “makna” untuk catatan ini, setidaknya, untuk membedakannya dengan ungkapan “harga”. Karena makna menunjukkan bahwa sesuatu itu sangat berarti, sedangkan “harga”; seringkali sangat terkait dengan gaji hehehe

One thought on “Makna Sebuah Buku; Catatan Membaca “The Book in the Islamic World; The Written Word and Communication””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *