Sosialisasikan Lembaga, Ketua STIT Arahkan Santri-Santriwati Untuk Kuliah di Tempat yang Tepat

Rabu, 14 Maret 2018, Ketua STIT, Drs. KH. Rasyidin, MA, beserta fungsionaris dan beberapa mahasantri-mahasantriwati melakukan sosialisasi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ar-Raudlatul Hasanah di depan santri-santriwati kelas akhir Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan. Bertempat di Mesjid Jami’ Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, kandidat doktor UIN Sumatera Utara itu menekankan bahwa santri-santriwati harus kuliah di tempat yang tepat, meskipun bukan di STIT Ar-Raudlatul Hasanah.

“Kita menyosialisasikan STIT, bukan bermaksud memaksa anak-anak kami untuk masuk ke dalamnya. Kita hanya memberikan pertimbangan dan ajakan. Kita di STIT mengembangkan integritas secara keseluruhan; teori dan praktik, ruhani dan jasmani, spiritual dan materi. Kita tidak mau anak-anak semua kuliah hanya untuk mencari kerja. Tapi, kita mengharapkan anak-anak sekalian membuka lapangan pekerjaan.” Ujarnya.

Acara yang berlangsung sejak pukul 20.30 hingga 23.00 tersebut dihadiri juga oleh ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab, H. Ahmad Fauzi Ilyas, Lc., M.S.I dan Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Supriadi, M.Pd.I. Dipandu oleh Radinal Mukhtar Harahap, Kepala BAAK, hadir juga dalam sosialisasi itu Ketua Badan Eksekutif Mahasantri-Mahasantriwati beserta jajarannya. Dalam paparannya mengenai kegiatan di STIT, Ketua BEM, Muhammad Ilham Koto mengatakan, “Kami di STIT, selain belajar, juga langsung diajarkan bagaimana mengabdikan diri ke pesantren melalui proses pembelajaran dan pendidikan. Tahun depan,¬†insya Allah, kami ingin membantu santri-santriwati yang mempunyai nilai rendah, untuk memacu belajarnya, agar nilainya tinggi.”

Ketua II BEM, May Novita Astri melihat dari sisi lain. Katanya, “Kuliah di STIT menyadarkan saya bahwa ummat Islam saat ini sedang diserang dari segala arah, tak terkecuali pendidikan. Melalui STIT Ar-Raudlatul Hasanah-lah saya disadarkan untuk melakukan sumbangsih untuk memperjuangkan Islam.”

STIT Ar-Raudlatul Hasanah, sejauh ini memang telah memasukkan program Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang digagas SMN. Al-Attas sebagai program unggulannya. Lewat kerjasama rutin bersama Prof. Wan Mohd. Nor Wan Daud, sosok yang memiliki otoritas untuk berbicara mengenai itu, STIT Ar-Raudlatul Hasanah hingga kini telah dua kali melaksanakan pertemuan rutin dengan beliau, baik berbentuk seminar, maupun intellectual discourse.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *